KULIAH UMUM: “TEACHING PROBLEM SOLVING Vs. TEACHING THROUGH PROBLEM SOLVING”

“Developing Math Knowledge and Using it to Solve the Problem is the Two Face of the Same Coin”

Pada 10 Mei 2019 bertempat di Auditorium Fakultas Teknik, Jurusan Matematika menyelenggarakan kuliah umum mengenai pemecahan masalah dan bagaimana mengajar melalui pemecahan masalah. Sebagai narasumber adalah Prof. Bill Atweh, Ph.D. dari Phillipine Normal University. Kuliah tamu tersebut diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan dosen pendidikan matematika dan mahasiswa pascasarjana. Kuliah umum diawali dengan potret kelas di Indonesia yang siswanya cenderung pasif dan hanya mendengarkan penjelasan guru. Hal ini sangat berbeda dengan potret sebuah sekolahdi Taiwan yang pernah dikunjungi Bill dimana siswanya aktif berpikir, berargumen, menjawab masalah matematika. Hal ini dikarenakan kelas tersebut menggunakan pemecahan masalah untuk mengajarkan konsep baru kepada siswanya.

Mengajar itu perlu menyelesaikan masalah dan mengkonstruksi konsep matematika, tetapi keduanya bisa berjalan bersama yaitu dengan mengajar melalui pemecahan masalah. Teaching through problem solving atau mengajar melalui pemecahan masalah bukanlah mengajar pemecahan masalah kemudian memberikan masalah lain untuk diselesaikan. Tetapi, siswa diberikan suatu masalah yang konsep utamanya belum diketahui siswa namun siswa sudah menguasai materi prasyaratnya sehingga dengan menyelesaikan maslaah tersebut siswa mengkonstruksi sendiri konsep matematika yang harus dipelajari.

Fenomena bahwa baik siswa dan guru percaya bahwa materi harus diajarkan dahulu baru kemudian latihan soal.  Salah satu faktornya adalah karena siswa takut salah sehingga menunggu penjelasan guru. Menurut Vygotsky ada zone approximal development. Jadi jika guru mengajarkan matematika pada level dibawah siswa atau terlalu dekat dengan siswa maka sebenarnya guru tidak mengajarkan apapun. Guru seharusnya mengajarkan sesuatu di atas level pengetahuan siswa tetapi tidak terlalu jauh dan membantu siswa untuk berkembang. Kualitas pembelajar sangat bergantung pada kualitas desain tugas yang dirancang oleh guru.

Kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan mendemonstarikan bagaiman mengajar matematika melalui pemecahan masalah. Hal ini dilakukan agar peserta mendapatkan gambaran dan pengalaman langsung bagaimana mengajarkan konsep matematika melalui pemecahan masalah. Peserta dilibatkan secara aktif sebagai siswa yang diajar. Kuliah umum ini mendapatkan respon yang positif dan peserta juga antusias baik itu dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, berargumen dan bertanya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *