MAHASISWA MATEMATIKA JUARA FAVORIT LOMBA DAN PAMERAN MEDIA PEMBELAJARAN NASIONAL 2020


(dari kiri)
Haqqi Hidayatullah, Erisca Lusy Rusdianti (ketua), dan Zuhadur Ra’is Ariyono Putra

Dalam upaya mengikuti perkembangan era industri 4.0, pembelajaran matematika diharapkan dapat memanfaatkan teknologi. Pembelajaran yang semula hanya dilaksanakan di dalam kelas, kini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja menggunakan bantuan internet. Selain itu pembelajaran tidak hanya monoton melalui ceramah saja. Ada banyak inovasi yang bisa diaplikasikan, salah satunya melalui aplikasi yang terinstall pada android.

Merespon tantangan tersebut tiga mahasiswa S1 pendidikan matematika Universitas Negeri Surabaya, Erisca Lusy Rusdianti (ketua), Zuhadur Ra’is Ariyono Putra, dan Haqqi Hidayatullah dengan bimbingan Dr. Atik Wintarti, M.Kom, berinovasi membuat media pembelajaran 3D-Geometry. Tidak hanya sekedar membuat inovasi, 3D-Geometry berhasil menjadi “Juara Favorit” Lomba dan Pameran Media Pembelajaran Nasional 2020 diadakan oleh Universitas Negeri Makassar pada tanggal 28 Februari 2020.

3D-Geometry digunakan untuk pembelajaran dimensi tiga SMA kelas 12. Materi ini dipilih karena menurut pengembang, hasil UNAS 2019 geometri menempati urutan terbawah pada pencapaian siswa sebanyak 34,59% dari 4 materi matematika (aljabar, bilangan, statistika, dan geometri) berdasarkan BSNP Puspendik 2018-2019. Hal ini disebabkan siswa merasa kesulitan merepresentasikan unsur-unsur dalam dimensi tiga. Pengembang melihat potensi gadget yang sangat terkait dengan kehidupan keseharian siswa sehingga dibuatlah media 3D-Geometry.

3D-Geometry merupakan media pembelajaran power point dengan memanfaatkan aplikasi iSpring. Aplikasi lain seperti powtoon dan geogebra juga turut digunakan. Powtoon digunakan untuk pembuatan video apersepsi dan geogebra digunakan untuk membuat jaring-jaring kubus. Hasil media ini kemudian dikonvert menjadi suatu aplikasi android. Media ini dilengkapi dengan: (1) apersepsi yang berupa video, (2) peta konsep dimensi tiga, (3) materi unsur-unsur kubus , jaring-jaring, dan jarak titik-titik, titik-garis, titik-bidang, (4) kuis, dan (5) informasi tentang pembuat media. Secara keseluruhan, 3D-Geometry dibuat dalam waktu dua minggu.

Selama dua minggu pembuatan 3D-Geometry Erisca bertugas merancang media dan membuat aplikasi, Zuhadur membuat jaring-jaring kubus menggunakan geogebra, dan Haqqi membuat video apersepsi menggunakan powtoon serta video promosi di instagram. Kegiatan mengembangkan dan mengikuti lomba ini tentunya memberikan pengalaman-pengalaman yang baru bagi pengembang.  Erisca mengatakan, “kesannya mengikuti lomba ini memperoleh pengalaman baru, dapat melatih percaya diri, serta menambah relasi baru.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *