SANCTIONING KURIKULUM DI JURUSAN MATEMATIKA

GEDUNG C9, 10 Agustus 2015

Workshop Sanctioning Kurikulum KKNI di Jurusan Matematika Unesa, dibuka oleh Kepala Jurusan Matematika Universitas Negeri Surabaya, Dr. Abadi, M.Sc., pada pukul 9 Pagi. Workshop kali ini, merupakan serangkaian kegiatan pengembangan Kurikulum baru yang akan digunakan Jurusan Matematika mulai tahun ajaran baru 2015-2016 untuk program studi pendidikan matematika dan program studi matematika. Narasumber yang diundang adalah Dr. Ali Mahmudi, M.Pd dari UNY.yang merupakan Tim Pengembang Kurikulum KKNI Prodi Pendidikan Matematika IndoMS. Untuk program studi matematika, Narasumber yang diundang adalah koordinator Tim Pengembang Kurikulum KKNI Program Studi Matematika IndoMS, Prof. Dr. Basuki Widodo M.Sc. dari ITS

sanc-1

Dalam Pemaparannya, kedua narasumber membahas mengenai perjalanan dari kurikulum KKNI 2014 yang dikembangkan berdasarkan SNPT 2014 dan permendikbud tersebut dan implikasinya pada kurikulum yang sudah ada. Lebih lanjut lagi, Dr. Ali Mahmudi menyebutkan bahwa KKNI juga bisa disebut kurikulum berbasis profil. Dimana, Susunan kurikulum dirancang untuk mendukung semaksimal mungkin kemungkinan-kemungkinan profesi yang digeluti oleh lulusan. Akan tetapi, Prof. Basuki menambahkan juga untuk tidak terlalu mengikuti keinginan pasar serta kenyataan yang terjadi pada lulusan yang sudah bekerja. Hal ini diamini juga oleh Dr. Ali Mahmudi. Jika dilihat dari perbandingan lulusan yang mampu menerapkan ilmu yang diperolehnya selama perkuliahan seperti sebagai ahli komputasi, peneliti, dan sejenisnya. Lulusan yang bekerja pada bidang yang tidak memerlukan kemampuan khusus memiliki rasio yang cukup tinggi.

sanc-2

Secara Teknis, Pertama, KKNI ini dikembangkan dari Profil yang sudah ditentukan melalui tracer studi dan pembahasan stakeholder yang diharapkan mampu memenuhi harapan masyarakat. Kedua, Kompetensi yang mampu mendukung kemampuan Umum dan Khusus dijabarkan dan dijadikan Mata Kuliah-Mata Kuliah yang relevan. Deskripsi umum dari setiap Mata Kuliah diredaksikan sehingga terlihat capaian pembelajaran prodi yang dapat dilihat dari capaian pembelajran mata kuliah. Secara detail, deskripsi ini harus mencakup level kerja dan keterampilan yang harus dimiliki LULUSAN S-1 yang sudah ditetapkan oleh dalam hal ini IndoMS

Secara umum, Struktur kurikulum yang sudah dikembangkan oleh Jurusan Matematika Unesa sudah sangat baik. Namun, perlu diperhatikan untuk deskripsi proses pembelajaran dan penilaian pada setiap mata kuliah yang sudah dikembangkan

sanc-3

Workshop sesi pertama diakhiri sebelum Dhuhur dengan jamuan makan siang. Setelah istirahat sejenak, para peserta workshop diberi kesempatan untuk konsultasi langsung tentang teknis pelaksanaan kurikulum KKNI pada Jurusan Matematika dan beberapa contoh penggunaannya pada institusi narasumber, terutama pada Universitas Negeri Yogyakarta dan ITS Surabaya. Beberapa peserta workshop menanyakan mengenai konteks Tracer Studi sebagai referensi dalam menyusun kurikulum KKNI yang didisain by profil. Kenyataannya, tidak sedikit lulusan dari prodi matematika maupun prodi pendidikan matematika tidak bekerja sebagai profesional yang tidak berhubungan dengan bidang matematika. Prof. Basuki menegaskan bahwa hasil tracer studi bukan acuan mutlak dalam menentukan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki lulusan prodi matematika ataupun prodi pendidikan matematika. Yang perlu dilihat selain hasil tracer studi adalah tuntutan pasar, serta visi misi instansi, terutama Universitas Negeri Surabaya. Sebagai pertimbangan, beliau menyarankan untuk prodi terkait untuk mempertimbangkan peraturan-peraturan terkait dalam suatu kebijakan. Pertanyaan lain juga berhubungan bagaimana merumuskan keunikan prodi yang diterjemahkan dalam kompetensi lulusan dan matakuliah.
(admin)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “SANCTIONING KURIKULUM DI JURUSAN MATEMATIKA”